UNDERSTANDING OF LOVE

19 Jan 2015

Dia sulit untuk dipelajari.
Dia juga sulit untuk dicerna.
Tapi dia bisa dirasa.
Rasa yang menggores banyak warna.
~ LIFE, LOVE, LAUGH~

*** FIRST SIGHT ***

Namanya Rendra. Dia mahasiswa pendidikan sekolah dasar yang sedang menempuh bangku kuliah di Universitas ternama di Malang. Mengawali karir organisasi menjadi ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) kerapkali membuatku kagum. Kami memang belum kenal satu sama lain. Mungkin hanya sebatas tau dan tak kenal dekat.

Rasanya menjadi suatu kemustahilan jika aku bisa mengenal dia. Dia yang memiliki kiprah organisasi kampus yang super sibuk dengan berbagai rutinitasnya. Sedangkan aku? Aku hanyalah mahasiswa biasa yang menjunjung tinggi nilai akademik dan tidak terlalu menyukai kesibukan, apalagi rapat dan rutinistas organisasi. Sedikit cerita, aku memang ikut organisasi kampus sih. Awalnya hanya ikut-ikutan dan diajak kakak tingkat. Semeste awal, aku mengkiuti organisasi Himpunan Mahasiswa Islam. Memang awalnya, hanya satu atu organisasi yang aku tekuni. Rapat dan pulang malam hampir menjadi rutinitasku ketika awal menjadi mahasiswa. Di organisasi itulah aku mengenal dia (baca: Rendra). Dengan berbagai macam kesibukan menjadikannya pribadi yang sok sibuk dan sok padat jadwalnya. Huuh, serasa muak jika melihatnya.

” Rendra, ini aku Pradina. Aku mendapat mandat untuk bekerja satu bidang sama kayak kamu. Jadi aku harap kamu bisa bekerja sama dengan aku ya?”, pintaku

Yaa, kami memang tergabung dalam satu organisasi di Himpunan Mahasiswa Islam. Organisasi inilah yang membuat kita kenal satu sama lain. Tiga bulan tergabung dalam organisasi bersama cukup membuat tau sifat dan karakter Rendra.

Suatu ketka, aku dan teman-teman organisasi lainnya (termasuk Rendra), menyempatkan untuk refreshing (jalan-jalan) ke Kota Blitar, lebih tepatnya ke makam Bung Karno.

Entah kenapa, semua memang beda dari sini. Mata kami saling menatap satu sama lain. Seakan tersirat makna dalam yang ingin disampaikan. Tapi mulut kami hanya bisa bungkam dan hanya bisa memperolok dengan kata-kata guyonan satu sama lain.

“Ngapain kamu lihat-lihat?”, tanyaku

“Ih PD kamu, jangan sok kecakepan deh!”, jawabnya

Yaah begitulah kami pada saat awal-awal berkenalan. Sok dekat dan sok ramah menjadikan kami semakin lengket dengan canda gurau yang terlontar dari mulut kami.

*** MOVE !! ***

Rasanya terlalu cepat jika aku berbicara tentang cinta. Dua kali terjatuh membuatku cukup merasakan pedihnya sakit hati. Sakit hati?? Iya, sakit. Pengalaman pertama menjajaki rasa ingin tau dalam bercinta aku rasakan ketika berada pada bangku SMP. Saat itu, aku memang baru pertama kali mengenal istilah pacaran. Bersama dengan vokalis band yang aku gandrungi di sekolah, aku memulai merajut kisah kasih cinta. Aku memang belum paham betul saat itu tentang cinta. Satu hal yang aku tahu bahwa cinta itu menyenangkan (baca : laugh). Aku percaya saat itu bahwa ketika kita sudah mulai mengenal cinta, maka hidup kita pasti akan menyenangkan dan pasti akan tertawa kesana kemari, berasa tidak ada sedih maupun duka. Namun ternyata SALAH. Tiga bulan bersama sang vokalis aku ditentang oleh ayahku. Kami tidak diperkenankan melanjutkan hubungan karena menurut ayahku, saat itu aku masih terlalu kecil dan belum saatnya untuk pacaran. Sedih? Itu pasti. Namun aku tak butuh waktu terlalu lama untuk move (baca: bangkit). Aku hanya perlu waktu satu tahun untuk mengobati rasa luka ini.

Tepatnya pada kelas satu SMA, aku mulai merajut kasih kembali (untuk yang kedua kali) dengan si bos pemilik warnet. Usia kami memang terlampau jauh. Selisih kami memang 17 tahun. Namun kami tak merasakan perbedaan yang sangat berarti. Saat itu yang terasa hanya rasa cinta yang dibalut dengan rasa nyaman. Hingga waktulah yang membuktikan bahwa cinta tak bisa hidup hanya berdasarkan kenyamanan saja.

Empat tahun menjalin kasih bersama si bos ini cukup membuat aku tahu makna cinta. Cinta tak akan bisa bertahan lama jika tanpa adanya restu dan doa dari orang tua. Ya, saat itu hubungan kami ditentang habis-habisann oleh kedua orang tuaku.

“Nduk, nggak usah dilanjutin hubungan kamu ini. Kamu loh masih muda. Masih mau kuliah juga kan? Mama sama ayahmu ini kasihan nduk sama kamu. Mama sama ayah nggak mau kalau kamu jatuh ditangan orang yang tidak tepat!”, pinta mama

“Loooh, tidak tepat gimana mah?”, tanyaku lantang

” Yaa tidak tepat nduk. Mama sama ayah ini sangat menjunjung tinggi adat. Sebisa mungkin kita tidak menikah dengan tetangga yang berda di dekat rumah kita. Pamali nduk”, jelas mama

(Merunduk dan menangis) Aku hanya terdiam. Bak terkunci dengan baja besi. Mulutku serasa kaku dan tak bisa berkata apapun. Aku hanya bisa diam dan menangis.Itu adalah saat dimana aku harus merelakan kisahku. Kisah yang telah aku bangun selama empat tahun bersamanya hingga akhirnya harus pupus dan merelakan cita-cita indah kami sirna begitu saja.

Pasca aku bergejolak dengan kisah cinta pedih. Aku mulai berfikir.

“Sejatinya, jika kita menikmati cinta apakah ada usia minimal? Apakah ada pra syarat tertentu untuk menikmati cinta?”

Aku lelah Ya Rabb dengan permainan cinta ini. Aku hanya ingin merasakan cinta yang hakiki. Jika engkau mengizinkanku untuk menikmati indahnya cinta (*lagi), maka perkenankanlah aku menjalin hubungan dengan lelaki yang benar-benar aku cintai dan kali ini hubungan kami direstui dengan kedua belah pihak.

Aku mulai menutup masa lalu yang kelam. Dengan hati sumringah, aku mulai berharap tentang asa. Asa yang kumaknai dengan cinta. Aku mulai sedikit demi sedikit menjamahnya. Besar harapanku kali ini, kisah yang aku torehkan, benar-benar menjadi kisah yang abadi.

Aku mulai menatap dia. RENDRA…

Lelaki yang aku gandrungi saat ini. Berawal dari perjalanan kami ke Kota Blitar. Cukuplah membuat kami tahu, siratan tatapan mata yang mengawang. Kami memang saling bertatatap. Penuh makna dan seakan tersirat untuk disampaikan.

Terlebih lagi dengan komentar mamaku tentang Rendra,

“Nduk, ini siapa?”, tanya mama sambil menunjuk foto Rendra ketika aku menunjukkan foto-foto perjalan kami dengan teman-teman organisasi.

“Itu Rendra mah namanya, dia itu seorang ketua HMJ. Ibaratnya kalo SMA itu kayak menjadi ketua OSIS”, jawabku

(senyum simpul) “Ganteng yaa, mama suka sama yang ini”, jawab mama sambil melemparkan senyumannya padaku.

Aaahhhh….

Apakah ini pertanda kalau aku menjalani hubungan dengan Rendra, kami akan direstui?? I DON’T KNOW!!! Aku tak ambil pusing dengan semua ini. Satu hal yang aku pikir saat itu adalah aku hanya ingin MOVE, MOVE, dan MOVE dari kisah cinta kelamku!!!

*** UNDERSTANDING OF LOVE ***

Waktu memang bisa mengungkap semuanya. Enam bulan bersamanya cukup membuatku nyaman dengan Rendra. Hari-hari kami terasa sangat menyenangkan dan terasa menimbulkan candu jika bertemu. Seakan menjadi suatu kebutuhan ketika aku berbagi cerita bersamanya.

dbfa22e91dfffdcfd7055d862dd42981_so-sweet1

Tepat pada tanggal 19 April 2013, Rendra menyatakan cintanya. Berlatar di masjid agung Kota Batu, ia menyatakan ingin menjalin kasih sebagai biduk peraduan terakhir bersamaku.

Buk, sampean mau jadi pendamping hidupnya rendra? (*buk= panggilan saat PDKT, kata sapa untuk perempuan dalam organisasi)

Masih teringat jelas ketikan sms yang ditujukan padaku. Saat itu kami memang bersama. Namun entah mengapa kalimat itu ia tuliskan dan dikirmkan melalui pesan. Mungkin mulut terasa kaku dan pilu jika berucap.

Tak perlu waktu lama untuk menjawab semua ini.
Aku hanya melontarkan kalimat, “Maaf aku nggak bisa”.

“Maksudnya?”, sontak Rendra bertanya padaku

(sambil tersenyum aku menjawab) “Aku nggak bisa nolak kamu”.

Dia membalas senyuman simpul dan mencubit pipiku perlahan.

Aah…

Nggak nyangka banget, kisah cintaku ini memang benar-benar unik.

Alhamdulillah, saat ini hubungan kami sudah hampir berjalan satu tahun lebih. Insyaallah, 19 April nanti tepat 2 tahun usia hubungan kami. Saat ini aku mulai mengambil pelajaran dari kisah cinta yang pernah aku lewati ini.

7f41b7d07404f6a9ec67a7dd48876d37_20141221_114505

Cinta memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Setiap orang pasti membutuhkan yang namanya cinta. Munafik jika ia tak membutuhkan cinta. Cinta memang bisa membuat kita tertawa, menangis, malu, bahkan muram. Yaa inilah esensi cinta. Cinta memang menggoreskan segala rasa dan cerita. Tapi intinya hanya satu, jika kita ingin bersahabat baik dengan cinta, kita hanya perlu MENGERTI, MENERIMA, DAN MEMAHAMI semua tentang cinta. Yaah, dengan cara itulah kita bisa hidup bahagia bersama cinta.

~LIFE, LOVE, LAUGH……

*to be continued

Catatan :
Tulisan ini diikutkan dalam GiveAway Tema Cinta


ec89767df7340c444ed368f0a6507fb3_blog-5

Tulisan ini dibuat juga sekaligus buat nambah temen dan tali silaturahmi sama orang-orang kece ini:

51ee0531e7642abfdf5b514adfca0ade_blog-1

@RB_ian

db0ba3af4a13aa20670db216384921dd_blog-2

@SR_Inisial

eb1ee240fee566ca6d7b7893bae21c1d_blog-3

@AgungMahend_ra

28a1b8b547f616b027dff4a3c9ffb8ad_blog-4

@Sang_Penceloteh

Ayook buruan ajak teman-teman kamu buat ikutan GiveAway kece ini. Bakal rugi deh kalo nyia-nyian kesempatan emas ini. Aku aja udah ngajak tiga temenku buat gabungan ikut GiveAway ini, kalo kamu ???

80c175697fac3b7c94b105b9485f4b91_blog-6


TAGS love cinta


-

Author

Search

Recent Post