MENGASAH JALINAN KEMANUSIAAN DENGAN MENJADI VOLENTEER

29 Dec 2014

e9acb1ee696a86609e91ce74aa3864dd_colourful-volunteer-vector

Saat itu, ketika mendapat sebuah mandat volenteer dari salah satu dosen psikologi sosial, maka saya langsung menetapkan untuk melakukan volenteer di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Disana saya dan teman-teman saya seringkali main ke JKJT sepulang kuliah hanya untuk sekedar sharing dengan teman-teman JKJT. Ketika sharing tersebut, kami menemukan sebuah pencerahan yang mana kami diberi tanggung jawab untuk mengajar anak jalanan yang kurang mampun didaerah Sukun Malang bersama volenteer-volenteer lainnya juga. Kegiatan mengajar ini didirikan oleh komunitas KOIN yang sampai saat ini pun masih berdiri tegak. Komunitas KOIN ini merupakan salah satu komunitas yang berada di bawah naungan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Sehingga jelas sudah bahwasanya saya dan teman-teman saya ini melakukan kegiatan mengajar di bawah naungan JKJT yang bekerja sama dengan KOIN. Kami melakukan kegiatan volenteer di salah satu rumah penduduk yang suka rela (setiap hari minggu) dijadikan rumah belajar bagi teman-teman yang kurang mampu dan teman-teman volenteer yang ingin mengabdi. Sehingga, melalui kegiatan ini dapat dikatakan merupakan kegiatan yang simbiosis mutualisme yaitu kegiatan yang saling menguntungkan bagi semua pihak, baik dari pihak volenteer yang mendapat pengalaman berharga maupun dari peserta didik yang mendapat khasanah ilmu pengetahuan baru.

*** KEGIATAN VOLENTEER ITU KUDU SABAR, TAPI SERUUUU***

Menjalani sebuah kegiatan volenteer adalah sebuah hal baru bagi saya. Dalam kegiatan ini, saya melakukan kegiatan mengajar anak jalanan yang kurang mampu. Melalui kegiatan ini, sangat memberikan pengaruh besar bagi khasanah pengetahuan saya. Pasalnya, saya menganggap bahwa anak jalanan identik dengan watak yang kerasa dan menakutkan. Namun ternyata itu semua salah, mereka sama dengan saya, mereka punya nurani yang masih bisa mereka pergunakan. Mereka punya cinta kasih dan kehangatan pertemanan dan yang menjadikan saya berbeda dengan mereka hanyalah sebuah keberuntungan nasib.

Meski kami “berbeda”, hal ini tidak membuat pengaruh besar bagi saya dan teman-teman saya untuk berbagi ilmu. Kegiatan yang saya lakukan selama volenteer adalah mengajar anak jalanan yang kurang mampu. Berbagai macam karakter peserta didik saya temui disana. Berbagai macam cara belajar pun saya temui disana. Bukan hal mudah bagi saya untuk mencover semua ini, namun bukan mahasiswa namanya kalau menyerah dan saya pun terus mencoba untuk membantu teman-teman saya di daerah Sukun untuk belajar.

Minggu pertama, saya mengajar teman-teman kelas 2-3 SD dan TK dengan jumlah siswa kurang lebih 6 orang. Suasana yang ramai dan gaduh menyulitkan kita untuk melakukan sebuah aktivitas pembelajaran. Namun, meski suasana kurang mendukung hal ini bukan menjadi faktor penghalang bagi kami untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Kami tetap melakukan kegiatan belajar dengan pendampingan dari saya secara bergilir. Untuk teman-teman SD melakukan kegiatan belajar perkalian bersusun. Sati per satu anak saya beri soal yang berbeda dan satu macam soal lagi untuk kolektif. Ketika mereka selesai mengerjakan, saya koreksi satu per satu dan kemudian dilakukan pembenahan belajar terhadap jawaban yang salah. Sedangkan pada peserta didik yang masih TK, ia melakukan belajar dengan belajar menghafal huruf dengan menuliskannya secara urut mulai dari A-Z selama beberapa baris. Kegiatan belajar ini dimulai pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB. Setelah jam 16.00 WIB mereka bisa istirahat sejenak dengan melakukan kegiatan rileksasi dengan melakukan game ringan yang saya pimpin, game tersebut bernama “KINO BERKATA”. Melalui game ini, ketrampilan motorik dan daya konsentrasi peserta didik bisa terlatih dengan maksimal. Kegiatan game rileksasi ini berlangsung selama 15 menit. Sangat lega bagis saya ketika mereka bisa tertawa lepas yang terlihat tanpa beban dan ketika game ini berakhir maka berakhir pula pengajaran pada hari pertama volenteer saya.

Minggu kedua, saya melakukan volenteer dengan kegiatan yang sama yakni mengajar anak jalanan yang kurang mampu dengan objek peserta didik kelas 5-6 SD dengan jumlah 3 orang. Ketika melalukan pembelajaran, yang kami pelajari adalah SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), bahasa Inggris dan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kegiatan ini dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung lancar dan menyenangkan.

Minggu ketiga melakukan volenteer, saya mengajar dengan objek peserta didik kelas 6 SD dan kelas 1 SMK. Mata pelajaran yang kami pelajari adalah pelajaran bahasa Inggris dan matematika. Kegiatan ini dimulai pukul 15.15 WIB hingga 16.30 WIB. Kegiatan ini berjalan dengan menyenangkan dan bisa merekatkan hubungan personal saya dan peserta didik, yang awalnya agak dingin dan menjadi lebih mencair.

Minggu keempat, saya melalukan volenteer dengan objek peserta didik dari kelas satu SD dengan jumlah satu orang. Kegiatan ini bisa lebih focus pembelajarannya dari pada hari-hari sebelumnya karena saya hanya berfokus mengajar satu orang saja. Dengan demikian kegiatan pembelajaran ini dinilai berjalan efektif dan menyenangkan.

Dari kegiatan volenteer selama 4 minggu yang saya lakukan, berbagai macam pengalaman saya dapatkan diantaranya saya lebih mengetahui karakteristik orang lebih detail lagi, mengetahui sisi lain realita kehidupan, dan berbagai macam pengalaman lain yang tidak mungkin bisa saya sebutkan satu per satu.

*** BERPISAH***

Menjalani kegiatan volunteer di JKJT sungguh membuat saya terkesan dengan pengalaman besar yang telah saya dapat. Daan inilah kesan pribadi saya melakukan volenteer :

  1. Menyenangkan karena mendapat teman-teman dari latar belakang yang berbeda lebih banyak lagi
  2. Saya mendapat sebuah metode pembelajaran yang baik ketika dihadapakan pada peserta didik dari anak jalanan yang kurang mampu
  3. Mengetahui lebih detail lagi sisi lain kehidupan manusia yang membuat saya lebih bersyukur dengan keadaan yang lebih beruntung saat ini

Namun, dalam melakukan kegiatan volunteer saya juga memiliki hambata, diantaranya sebagai berikut:

  1. Cuaca yang tidak menentu sangatlah memengaruhi kedatang peserta didik dalam belajar
  2. Kurang pemaksimalan tempat sehingga membuat saya dan teman-teman volenteer lainnya harus berdesak-desakkan dalam melakukan kegiatan volenteer
  3. Adanya waktu yang terkesan singkat dalam belajar sehingga membuat saya dan teman-teman kurang maksimal dalam belajar

Dari pesan dan kesan saya serta hambatana yang saya alami, sesungguhnya dari hati kecil saya, saya masih ingin melanjutkan untuk menjadi volenteer di tempat ini. Tidak hanya dijadikan sebagai tugas mata kuliah saja, tetapi juga tugas kehidupan yang sudah semestinya saya emban dengan penuh tanggung jawab. Akhir kata, terima kasih untuk Ibu Tutut yang telah memberikan gerbang emas bagi saya untuk melakukan kegiatan bermanfaat ini dan terima kasih juga teman-teman KOIN dan JKJT yang telah menerima saya dengan tangan terbuka.


“……Yakinlah kawan ini bukan akhir segalanya karena saya akan tetap bersama kalian wahai teman-temanku“.

*sumber gambar : disini

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Gerakan #SemangatNgeblog


TAGS JKJT KOIN MALANG VOLENTEER


-

Author

Search

Recent Post